HIDUPKAN KEMBALI MUSIK TRADISIONAL LEWAT PELATIHAN ORKES KENTONGAN

Keparakan - Bagi sebagian masyarakat tentunya sudah tidak asing dengan alat musik pukul yang bernama kentongan. Kentongan biasa dibuat dari bambu atau kayu. Pada masa perang kemerdekaan kentongan digunakan sebagai alat komunikasi untuk memberi kabar situasi bagi para pejuang pada saat itu dengan cara memukul kentongan, dengan suara tertentu yang sudah disepakati bersama, memberi tanda aman, siaga, maupun situasi gawat darurat. Oleh sebab itulah tidak ada salahnya apabila alat musik ini bisa dilestarikan agar generasi mendatang masih dapat menyaksikan dan memainkannya. Sebetulnyan di Kelurahan Keparakan sudah ada Orkes Kentongan bernama Sukorena tetapi berhubung sebagian besar anggotanya sudah berusia lansia dan sebagian lainnya sudah meninggal, maka diperlukan usaha dari para penggiat orkes kentongan dengan didukung oleh stakeholder agar orkes kentongan ini tidak hanya menjadi cerita saja kedepannya.

Salah satu kegiatan yang dilakukan yaitu melalui Pelatihan Orkes kentongan Sukorena yang diikuti oleh warga dari 4 kampung yang ada di Kelurahan Keparakan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 28 Mei 2024 di Pendopo Bima Jaya Kelurahan Keparakan. Pelatihan menghadirkan Narasumber Budi Triono dan Danang Rusmandoko dari Pujokusuman. Kedua Narasumber tersebut selama ini memang dikenal sebagai penggiat dan pelestari seni dan budaya khususnya di wilayah Keparakan.

Acara Pelatihan dibuka secara langsung oleh Lurah Keparakan Yusup Ahbari, dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Narasumber dan ditutup dengan praktek bersama teknik memukul kentongan dan kolaborasi kentongan dengan alat musik lainnya. Seluruh peserta Pelatihan cukup antusias dalam mengikuti acara ini. Kedepannya diharapkan orkes kentongan ini bisa berkembang di 4 (empat) kampung yang ada di Kelurahan Keparakan sesuai dengan kondisi dan nilai-nilai kearifan lokal di masing-masing kampung.