KELURAHAN KEPARAKAN 'SELESAI MELAKSANAKAN MUSRENBANG 2022'

Keparakan-Senin, 24 Januari 2022 dilaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk perencanaan kegiatan di tahun 2023. Acara dilaksanakan berpusat di Pendopo 'Bima Jaya' Kelurahan Keparakan dengan sistem luring dan daring. Pukul 13.00 WIB acara dimulai dan berakhir sekitar pukul 15.00 WIB. Peserta yang diundang adalah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta, Unsur Forkopim Kemantren Mergangsan dan Lembaga Masyarakat.OPD yang diundang adalah Dinas/Kantor/Lembaga yang berkaitan dengan usulan kegiatan yang diajukan dalam Musrenbang. Lembaga Kelurahan dan masyarakat yang diundang antara lain Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan, Pengurus LPMK, Ketua Kampung, Ketua Komisi Lansia, Komisi PAUD, Ketua RW, Ketua RT

Sistem daring dilakukan berkaitan dengan masih diberlakukannya PPKM dimana kegiatan diupayakan tidak menjadi kerumunan massa. Peserta yang mengikuti Musrenbang secara luring (hadir di Pendopo Kelurahan) adalah undangan dari unsur Lembaga Kelurahan dan Tokoh Masyarakat, sedangkan peserta dari OPD mengikuti secara daring. Mantri Pamong Praja dan Kepala Jawatan Praja Kemantran Mergangsan juga hadir dalam acara. Hadir pula Babinsa dari Koramil Mergangsan dan Babinkamtibmas dari Polsek Mergangsan.

Pembawa acara sebelum memulai acara mengkomando peserta dengan yel yel untuk membangkitkan semangat warga Keparakan.  Yel yel semangat Keparakan yaitu... Keparakan... Bangkit, Keparakan... Maju,, Keparakan... Jaya, Keparakan... Bangkit, Maju, Jaya. Kegiatan diawali dengan pembukaan dengan berdoa yang dipandu oleh pembawa acara, dilanjiutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan posisi berdiri. Selesai menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan sambutan pertama dari Lurah Keparakan dan sambutan kedua dari Mantri Pamong Praja.

Lurah Keparakan, Rina Budi Prastiwi, dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal, diantaranya, pertama, tematik pembangunan tahun 2023 yaitu Peningkatan Ekonomi Kreatif Berbasis Pariwisata Budaya untuk Keberdayaan Masyarakat, kedua, keberadaan masterplan sebagai landasan dan acuran dalam pengembangan kampung karena dalam masterplan sudah dituangkan potensi setiap wilayah, ketiga, terkait pendanaan untuk anggaran pembangunan yang terbatas karena saat ini masih dalam masa pandemi sehingga kemampuan anggaran dari Pemerintah Kota Yogyakarta masih terbatas. Sedangkan Mantri Pamong Praja, Pargiyat, dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal, diantaranya, satu, apresiasi terhadap pelaksanaan musrenbang di Keparakan tahun 2022 untuk perencanan kegiatan tahun 2023 yang merupakan agenda rutin setiap tahun dalam rangka pengusulan kegiatan sebagai bahan perencanaan pembangunan, kedua, masalah teknis penduan musrenbang mengikuti penduan dari Bappeda, ketiga, terkait masih terbatasnya pendanaan untuk anggaran pembangunan, keempat, masterplan untuk pengembangan wilayah, bahwa di Kelurahan Keparakan sudah dibuat masterplan. Sebelum menyampaikan sambutan Mantri Pamong Praja juga memandu yel yel semangat Keparakan.. Bangkit, Maju, Jaya, yang diikuti oleh semua peserta.

Selesainya sambutan dari Lurah Keparakan dan Mantri Pamong Praja di lanjut paparan musrenbang oleh Ketua LPMK Keparakan, Jangkung Yuwono. Dalam paparannya Ketua LPMK menyampaikan beberapa kondisi wilayah yang menjadi obyek usulan kegiatan dan rangkuman usulan kegiatan. Paparan disajikan dalam bentuk powerpoint. Lebih lanjut dijelaskan usulan kegiatan terdiri dari usulan strategis, tahun 2023 masih melanjutkan penataan lingkungan di wilayah Keparakan Kidul. Usulan berikutnya adalah usulan utama dan pendukung, baik fisik maupun pemberdayaan. Ketua LPKM juga menyampaikan bahwa karena keterbatasan anggaran maka kemungkinan beberapa usulan belum dapat dilaksanakan.

Selesa paparan dari Ketua LPMK dilanjutkan tanggapan. OPD yang pertama menyampaikan tanggapan yaitu Bappeda, secara daring. Beberapa point yang disampaikan adalah, pertama apresiasi pelaksanaan musrenbang di Keparakan, kedua, usulan perencanaan dan pengawasan menjadi satu paket dalam usulan strategis, sehingga tidak perlu dimunculkan dalam usulan musrenbang, ketiga, usulan kegiatan yang belum ada kode supaya dilengkapi dan disesuaikan dengan panduan kamus usulan. Dari OPD lain saat zoom belum ada tanggapan.

Musrenbang di Keparakan secara daring dan luring berjalan lancar. Kelancaran ini didukung oleh, pertama, cuaca cerah sejak pagi sampai selesainya acara, kedua, persiapan tempat dan teknis  tim dari Kelurahan yang didukung oleh personil IT dari Kemantren Mergangsan, ketiga, jaringan lancar dan ketersediaan listrik, dan keempat partisipasi aktif dari peserta yang hadir.

Keterangan foto : Mantri Pamong Praja dan Lurah Keparakan berfoto bersama setelah acara musrenbang.